Minggu, 12 November 2017

Tugas 2 : Sistem Informasi Psikologi

Tugas 2 : Sistem Informasi Psikologi

·         Nama lengkap : Ashfiya Hilyah Awliya
·         NPM               : 11514739
·         Kelas               : 4PA10
·         Mata kuliah     : Sistem Informasi Psikologi

1.      Pengertian perancangan sistem
Menurut John Burch dan Gary Grudnitsky (dalam Burch, J.G, 1992) perancangan sistem adalah sebagai penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.

2.      Rancangan model sistem berdasarkan elemen
a.       Elemen proses
Aturan menuju aplikasi sistem dapat digambarkan dengan sistem flowchart, DFS, dan lain-lain. Elemen proses meliputi real time, batch, online, dan offline. Aturan nya adalah berinteraksi dengan user, periksa dengan anggota tim, dan periksa dengan teknisi pemrograman, desain ulang, periksa, dan periksa kembali.

Dalam elemen proses membuat rancangan model sistem dibutuhkan teori yang bersangkutan dengan apa yang ada didalam aplikasi tersebut. Dalam hal ini, teori yang akan dipakai adalah macam macam kepribadian pada individu dewasa awal.

Teori yang diperlukan untuk melengkapi elemen proses dari rancangan model sistem adalah meliputi tipe kerpibadian. Menurut Awangga (2008), Setiap orang memiliki kepribadian dan kesadaran yang berbeda–beda Secara umum kepribadian manusia dibagi menjadi empat kriteria yaitu:
1)      Sanguinis
Ciri utama seorang Sanguinis umumnya ekstrovet (suka bergaul dengan orang lain), pembicara, optimis. Selain itu orang yang memiliki karakter pribadi sanguinis biasanya memiliki kepribadian menarik, pandai berbicara, pandai menghidupkan forum dan mempunyai rasa humor yang tinggi. Dia mempunyai sifat antusias. Ekspresif, periang, rasa ingin tahu yang tinggi dan penuh semangat. Sifat yang lain adalah ia lugu dan polos dalam bersikap tetapi kadang mempunyai sifat kekanak-kanakan. Bukan hanya pandai mengontrol emosinya sendiri, ia juga pintar memainkan emosi orang lain, karena kepandaiannya dalam berbicara dan menarik perhatian orang lain. Selain itu seorang sanguinis lebih cocok dikarakterkan sebagai seorang pimpinan didalam suatu tim, dan cenderung popular dalam pergaulannya karena mempunyai banyak teman. Contoh tokoh yang mempunyai karakter emosi Sanguinis adalah Brian Tracy, ia seorang tokoh yang terkenal pembicara dalam dunia bisnis, ia sering menjadi motivator dalam seminar-seminar yang membahas tentang kelangsungan bisnis di dunia.
2)      Melankolis
Ciri utama seorang Melankolis umumnya introvet (kurang suka bergaul dengan orang lain), pemikir, pesimis. Selain itu orang yang memiliki karakter pribadi melankolis biasanya pemikir yang mendalam, analitis, serius, tekun, mempunyai bakat yang baik serta kreatif. Dia sangat menghargai perasaan orang lain,serta menjunjung tinggi keindahan, suka berkorban, dan idealis. Seorang Melankolis cenderung berhati-hati dalam memilih teman, meskipun demikian rasas sosialnya cenderung tinggi. Ia mau mendengarkan keluh kesah orang lain serta bisa memecahkan masalah orang lain. Contoh tokoh yang mempunyai karakter emosi Melankolis adalah Mozart yang berkiprah dalam dunia musik klasik,dimana karya-karyanya yang spektakuler yang akan dikenang sepanjang masa.
3)      Koleris
Ciri utama seorang Koleris umumnya ekstrovet (suka bergaul dengan orang lain), pelaku, optimis. Selain itu orang yang memiliki karakter pribadi koleris biasanya sangat berbakat menjadi pelaku utama dalamsebuah tim atau boleh dikatakan sebagai pemimpin yang kuat. Ia memiliki sifat yang aktif, suka melakukan perubahan-perubahan tertentu, berkemauan kuat dan tegas dalam mengambil keputusan, tidak mudah patah semangat serta mandiri dan dia memperoleh banyak dukungan dari teman-temannya. Didalam suatu tim kerja, dia mempunyai sifat optimis yang tinggi dan memiliki integritas yang tinggi, dimana setiap perkataan yang diucapkannya sesuai apa yang akan dilakukannya. Sehingga ia dapat dipercaya penuh oleh orang lain. Contoh tokoh yang mempunyai karakter emosi Koleris adalah Paulo Freire yang mempunyai dedikasinya dalam dunia pendidikan bagi kaum miskin di Brazil.
4)      Plegmatis
Ciri utama seorang Plegmatis umumnya introvet (kurang suka bergaul dengan orang lain), pengamat, pesimis. Selain itu orang yang memiliki karakter pribadi plegmatis biasanya rendah hati, mudah bergaul, santai dan diam. Ia mampu tenang dalam menghadapi persoalan yang pelik. Dan dia cenderung simpati kepada orang lain dan baik hati tetapi dia cenderung menyembunyikan emosinya sendiri. Seorang Plegmatis cenderung bersikap menjadi penengah dalam suatu masalah.

b.      Elemen tujuan
Dalam tahap perancangan atau desain sistem mempunyai dua tujuan utama yaitu untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem dan untuk memberi gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrograman komputer dan ahli-ahli teknik yang terlibat (lebih condong pada desain sistem yang terinci)

Dalam hal ini, tujuan utama nya adalah memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem mengenai tipe kepribadian dewasa awal dan untuk membetri gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrograman komputer dan ahli-ahli teknik yang terlibat.

c.       Elemen interface
Dalam tahap perancangan input, banyak yang perlu diperhatikan yaitu tipe input, fleksibel format, kecepatan, akurat, metode verifikasi, mudah dikoreksi, keamanan, mudah digunakan, kompatibel dengan sistem yang lain, dan biaya yang ekonomis.

Dalam perancangan input, penulis akan memperhatikan bagaimana rancangan model sistem akan menjadi aplikasi yang user friendly, yaitu mudah digunakan, kompatibel dengan sistem lain, dan biaya yang ekonomis karena pemakai sistem hanya membutuhkan koneksi internet.

d.      Elemen sistem
Dalam tahap perancangan sistem informasi, harus memperhatikan sejumlah tekanan design (forces design) yang meliputi integrasi (integration), jalur pemakai / sistem (user/system interface), tekanan persaingan (competitive forces), kualitas dan kegunaan informasi (information quality and usability), kebutuhan-kebutuhan sistem (system requirements), kebutuhan-kebutuhan pengolahan data (data processing requirements), faktor-faktor organisasi (organizations factors), kebutuhan-kebutuhan biaya efektifitas (cost effectiveness requirements), faktor-faktor manusia (human factors), dan kebutuhan-kebutuhan kelayakan (feasibility requirements)

Daftar Pustaka
Awangga, S. N. (2008). Tes EQ. Yogyakarta : Pararaton Publishing
Burch, J.G., (1992). System Analysis, Design, and Implementation, Boyd & Fraser Publishing Company
D. Suryadi H.S., Bunawan. (1996). Pengantar Perancangan Sistem Informasi, Jakarta : Gunadarma
Jogianto. (1990). Analisis dan Disain Sistem Informasi.  Yogyakarta : Andi Offset
Senn, James A., (1989). Analysis and Design of Information Systems, McGraw-Hill Publishing Company


Selasa, 03 Oktober 2017

Tugas 1 : Sistem Informasi Psikologi

Tugas 1 : Sistem Informasi Psikologi

·         Nama lengkap : Ashfiya Hilyah Awliya
·         NPM               : 11514739
·         Kelas               : 4PA10
·         Mata kuliah     : Sistem Informasi Psikologi

1.      Pengertian Sistem
Menurut Raymond Mcleod (2001) sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu.
Menurut Murdick dan Ross (1993) sistem adalah sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainnya untuk suatu tujuan bersama.
Menurut Fatta (2007) sistem adalah sekumpulan objek-objek yang saling berinteraksi serta hubungan antar objek bisa dilihat sebagai satu kesatuan yang dirancang untuk mencapai satu tujuan.

2.      Pengertian Informasi
Menurut Raymod Mcleod (2001) informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Menurut Tata Sutabri (2005) infromasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpreasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
Menurut Jogiyanto HM (1999) informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata dan digunakan untuk pengambilan keputusan.

3.      Pengertian Psikologi
Menurut Wundt (dalam Basuki, 2008) psikologi adalah ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciousness). Dari batasan ini dapat dikemukakan bahwa dalam psikologi, keadaan jiwa direfleksikan dalam kesadaran manusia. Unsur kesadaran merupakan hal yang dipelajari dalam psikologi.
Menurut Woodworth dan Marquis (dalam Basuki, 2008) psikologi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas-aktivitas individu. Pengertian “aktivitas” itu luas, baik motorik, kognitif, maupun aktivitas emosional.
Menurut Branca (dalam Basuki, 2008) psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan nya : “When the interest of men turns the action of human beings, and when that interest takes the form accurate observation, exact desriptions, and experimental study of human behavior, the science of psychology emerges.”
Menurut Plotnik (2005) psikologi adalah studi yang sistematis dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental.

4.      Kesimpulan Sistem Informasi Psikologi
Sistem informasi psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang seperangkat elemen dari unsur-unsur yang berkaitan dan dilihat sebagai satu kesatuan. Elemen-elemen tersebut berisi dari data yang telah diolah, diklasifikasikan, dan diinterpretasikan dalam ilmu yang mempelajari tentang  perilaku manusia, kesadaran manusia, dan aktivitas individu (motorik, kognitif, maupun aktivitas emosional).

Daftar Pustaka
Murdick, Robert G. Joel E Ross. James R Clagget. 1993. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta : Erlangga
Fatta, Al Hanif. 2007. Analisa Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan & Organisasi Modern. Yogyakarta : Andi
Mcleod, Raymond. 2001. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta : PT Prenhallindo
Sutabri, Tata. 2005. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta : Andi
Jogiyanto, HM. 1999. Analisis dan Desain Informasi  : Pendekatan Terstuktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta : Andi Offset
Plotnik, R. 2005. Introduction of Psychology 5 Edition. Australia : Thomsom & Wadworth
Basuki, Heru A.M. 2008. Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma







Rabu, 17 Mei 2017

Ada?

Apakah ada yang ikhlas memberi tanpa harus menerima?
Apakah ada yang menerima jatuh tanpa pernah bangkit?
Apakah ada yang menyarankan tanpa pernah disarankan?
Apakah ada yang mendengarkan tanpa pernah didengarkan?
Apakah ada yang selalu diluapkan tanpa pernah meluapkan?
Apakah ada yang merasakan patah tanpa pernah bersatu?

Apa yang membuat semua menjadi tak berarah, ujung-ujungnya selalu kembali ke diri kita masing-masing.
Tak pernah ada hakikat cinta yang sesungguhnya setelah aku melihat pasangan kakek dan nenek dalam benak kotor ini. Atau belum ku lihat? Itu pun masih terkelak-kelok oleh pikiran yang mempunyai hak berfikir kearah yang mana.

Ketika semua harus didasari oleh kata-kata "lumrah nya seperti itu"
Tak pernah kan ada yang mematahkannya?
Karena yang bisa diterima hanya itu, seakan-akan apakah ada yang mencari tanpa pernah dicari tanpa henti? Aku rasa semua :...: menolak melakukannya.

Berfikir jingga tanpa pernah memanah pada SATU TUJUAN saja.
Apa susahnya kucoba terka....................... tak pernah sampai pada titik dimanadapat aku mengerti...
Sama sekali............


Sabtu, 13 Mei 2017

i know that i never enough for someone
Aku tau aku tidak pernah cukup untuk seseorang
Sejauh apapun aku pergi
Lalu jatuh, terjungkir sekalipun sampai dalam nya tidak ada yang tahu
Bukan tidak ada yang tahu terlebih tidak ada yang mau
Mengapa sudut maya yang menenggelamkan semuanya
Seakan semua menjadi abu
Mati
Tak percaya
Tak mengerti memang tidak ada yang tahu
Ambil saja lalu kau bawa pergi
Aku cukup muak dengan ketiadaan yang selalu saja ada
Rasanya tidak berasa
Ucapkan saja lalu mau khianati
Begitu seterusnya sampai dunia mu mati

Apa menurut mu tidak pernah mati?
Kita lihat sajaaaaaa
Aku telah capai untuk ada

Jumat, 21 April 2017

Ksatria Hitam dan Putih

Kita hidup di zaman yang bukan hanya jatuh, bangkit, terlena lalu binasa
Beberapa orang mengganggap itu sebagai suatu lingkaran yang nanti akan behenti pada saatnya
Entah berhenti karena kematian yang tak pernah diduga, atau jiwa mati yang tak tau apa penyebabnya
Namun, lambat laun semua terurai. Bak bangkai yang mati tak diam saja
Takdir yang harus dijalani oleh masing-masing penjejak membuat ksatria putih muak
Bagaimana tidak? Disamping harus mengerti, menjalani, dan melangkah berharap semua baik-baik saja.

Dalam perjalanan nya, lamunan ksatria putih tak jauh dari merindukan manusia yang sudah berbeda dunia.
Bagaiman tidak? Mereka selalu menyisikan beberapa kenangan pahit dan manis lalu pergi meninggalkan tiba-tiba. Tak ada kunci yang ditinggalkan, kunci dibawa oleh sang pemilik nya masing-masing.
Di alam ini, tak ada yang mengerti dan memahami bagaimana alasan kita tumbuh lalu dapat mencari makna dalam sebuah kehidupan. Hanya Tuhan yang dapat mengubah dan mengetahui itu semua.

Ksatria hitam pun di jalan yang berbeda, tak tahu menahu hanya dapat menghakimi, mencaci, dan menaruh sari-sari pahit yang siapa yang meminumnya akan mati. Apalagi untuk yang lemah dan tidak bisa berbicara.
Apa peduli nya ksatria hitam? yang hanya dapat menoreh lalu pergi, melukai lalu pergi, begitu seterusnya sampai dunia mati.

Tak ada titik dimana ksatria putih dan hitam bertemu karena mereka mempunyai dinging yang terpisah, bukan bukan terpisah dengan alam yang terus semakin menjadi-jadi. Tak akan habis. Mereka tidak akan pernah bertemu.

Yang putih mengerti, yang hitam menghakimi.

Selasa, 17 Januari 2017

Tugas 9 : Psikologi Manajemen "Analisis Kasus Masalah Manajemen Sumber Daya Manusia"

Tugas 9 : Psikologi Manajemen "Analisis Kasus Masalah Manajemen Sumber Daya Manusia"
Nama  : Ashfiya Hilyah Awliya
NPM    : 11514739
Kelas    : 3pa10

Masalah Eksternal dalam Manajemen Sumber Daya Manusia


Terdapat perusahaan besar yang bergerak di bidang makanan, yaitu juice. Modal yang dipunyai perusahaan tersebut sangat besar. Perusahaan tersebut mengiklankan lewat TV, memasok ke waralaba-waralaba, supermarket, dan lain-lain sehingga bisa mematikan para perusahaan kecil yang memiliki modal tidak sebanyak perusahaan besar. Perusahaan kecil tersebut juga bergerak di bidang yang sama.

Menurut analisis saya, yang menyebabkan masalah tersebut terjadi adalah karena masalah eksternal yang disebabkan oleh perbedaan modal yang terlalu tinggi. Terkadang yang memiliki modal yang banyak dan nama brand yang tenar lah yang lebih unggul. Tetapi hal itu belum tentu menjadi faktor utama dalam keberhasilan suatu perusahaan. Banyak cara dan usaha lain yang dapat dijadikan salah satu penunjang dalam keberhasilan suatu perusahaan agar mendapatkan banyak konsumen.

Menurut analisis saya, usaha yang dapat dilakukan dari masalah ini agar perusahaan kecil juga dapat berpenghasilan adalah :
1.      Walaupun perusahaan kecil tidak mempunyai modal untuk mengiklan-kan produk juice nya lewat TV. Namun, perusahaan kecil dapat mengiklan-kan lewat media sosial (instagram, facebook, twitter, path, dll).
2.      Melakukan riset/penelitian berupa riset rasa, riset mengemas, dan riset pasar.
3.      Dari hasil riset tersebut, perusahaan juice kecil dapat berinovasi dengan rasa-rasa yang unik dan baru. Yang tentunya digemari oleh mayoritas anak zaman sekarang.
4.      Dari hasil riset tersebut, perusahaan juice kecil dapat berinovasi dengan membuat kemasan yang lucu, unik, dan digemari oleh banyak orang.

5.      Perusahaan juga harus memiliki pengetahuan dibidang interior design, sehingga dapat membuat toko roti nya bernuansa tema unik tertentu sehingga menarik konsumen untuk datang ke toko roti nya.

Sumber masalah : Pengalaman keluarga
Sumber gambar : https://www.google.co.id/search?q=jus&espv=2&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjy4OCVucnRAhUDO48KHSRIAmcQ_AUICCgB&biw=1517&bih=708#imgrc=hxkdMEyN1I8DKM%3A

Minggu, 15 Januari 2017

Tugas 8 : Psikologi Manajemen "Kiat-Kiat Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan"

“Kiat-Kiat Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan”

·         Nama              : Ashfiya Hilyah Awliya
·         NPM               : 11514739
·         Kelas               : 3PA10
Dalam suatu organisasi formal,motivasi merupakan tugas seorang pimpinan untuk membuat karyawan melakukan apa yang harus dilakukan. Pimpinan dapat memotivasi karyawan dengan berbagai cara, diantaranya:
  1.      Menginspirasi, yaitu dengan memasukkan semangat kedalam diri orang agar bersedia melakukan sesuatu dengan efektif. Orang diinspirasi melalui kepribadia npimpinan, keteladanannya, dan pekerjaan yang dilakukannya secara sadar atau tidak sadar.
  2.           Mendorong, yaitu dengan merangsang orang untuk melakukan apa saja yang harus dilakukan melalui pujian, persetujuan dan bantuan.
  3.       Mendesak, yaitu membuat orang merasa harus melakukan apa yang harus dilakukan dengan sesuatu cara, termasuk paksaan, kekerasan dan ancaman jika perlu.
Namun, motivasi jenis ini sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman dan bersifat negatif karena karyawan bekerja disebabkan adanya paksaan tanpa ada motif dari dirinya sendiri. Beberapa usaha yang dapat dilakukan oleh pimpinan dalam menumbuhkan motivasi untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan, diantaranya:


  1.     Memberikan kepada karyawan keterangan yang mereka perlukan untuk melakukan sesuatu    pekerjaan dengan baik;
  2.       Memberikan kesempatan umpan balik secara teratur;
  3.    . Meminta masukan dari karyawan dan melibatkan mereka didalam keputusan yang mempengaruhi pekerjaan mereka;
  4.   Membuat saluran komunikasi yang mudah dipergunakan, sehingga karyawan dapat menggunakannya untuk mengutarakan pertanyaan/kehawatiran mereka dan memperoleh jawaban;
  5.       Belajar dari para karyawan itu sendiri apa yang memotivasi mereka;
  6.       Menghargai karyawan karena pekerjaan mereka yang baik secara umum;
  7.       Terus menerus memelihara hubungan dengan karyawan yang dibawahi;
  8.       Memberi selamat secara pribadi kepada karyawan yang melakukan pekerjaan dengan baik;
  9.      Kenalilah kebutuhan-kebutuhan pribadi karyawan karena karyawan akan lebih terdorong untuk bekerja bagi perusahaan yang memperhatikan keperluan pribadinya;
  10.      Menulis memo secara pribadi kepada karyawan tentang hasil kinerja mereka;
  11.      Memastikan apakah karyawan mempunyai sarana kerja yang terbaik;
  12.    Memberi karyawan satu pekerjaan yang baik untuk dikerjakan dan pimpinan harus  memperlihatkan kepada karyawan bagaimana mereka dapat berkembang dan memberi kesempatan untuk mempelajari kemampuan-kemampuan baru;
  13.    Membantu berkembangnya rasa “bermasyarakat” sehingga karyawan akan merasa betah di dalamnya;
  14.           Gajilah karyawan secara bersaing berdasarkan apa yang mereka kerjakan;
  15.     Menawarkan “pembagian keuntungan” (profit sharing) Kepada karyawan.



Beberapa tips Mengenai cara Meningkatkan motivasi Kerja antara lain sebagai berikut :

1.      Motivasi karyawan dengan membangun kepuasan
Dalam buku mereka “The Service Profit Chain,” James Heskett, W. Earl Sasser, dan Leonard Schlesinger membuat kasus yang menarik bahwa terlepas dari bisnis, satu-satunya cara untuk menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan adalah membangun sebuah lingkungan kerja yang menarik, fokus, dan menjaga karyawan yang berbakat. Dengan kata lain, mereka harus termotivasi agar siap menunjukkan kemampuan, mendapatkan komitmen dan tampil di tingkat yang maksimal.

Motivasi kerja karyawan berkaitan dengan tingkat kepuasan karyawan dan hal Ini sangat penting, Sebab hal ini hanya bisa didapatkan dengan “lingkungan kerja yang menyenangkan” karena ada hubungan yang tak terbantahkan antara kepuasan, karyawan yang termotivasi, dan pelangganyang puas. Dengan kata lain, fokus pada menciptakan kepuasan karyawan, fokus pada motivasi karyawan, dan mereka termotivasi, karyawan yang puas akan mengurus pelanggan.

2.      Motivasi karyawan melalui apresiasi
Kadang-kadang, manajer tanpa disadari menyabotase motivasi kerja karyawan karena gagal mengenali perilaku positif dan prestasi karyawan mereka. Akibatnya, karyawan tidak tahu apakah mereka melakukan pekerjaan dengan baik atau tidak. Ketika menunjukkan penghargaan, usahakan agar mengatakannya dengan lebih spesifik. Dengan menjadi spesifik, karyawan menyadari tindakan mereka benar-benar diawasi dan motivasi tingkat tinggi karyawan akan didapatkan melalui hasil yang alami.

3.      Motivasi karyawan melalui pengakuan
Banyak orang akan melakukan apapun untuk pengakuan dan mereka akan dengan senang hati melakukan hal tersebut tanpa bayaran dan ini merupakan senjata rahasia manajer untuk motivasi kerja karyawan. Beberapa orang termotivasi oleh kesempatan untuk mendapatkan nama mereka di dinding, menerima piala di sebuah jamuan tahunan, atau melihat nama mereka dalam buletin perusahaan. Ini memberi mereka sebuah “Hadiah Emosional” atas Tindakan mereka.

Carilah cara untuk meningkatkan motivasi karyawan dengan mengakui keunggulan di tempat kerja. Berikan penghargaan Untuk absensi kehadiran. Hal ini sangat murah, namun sangat efektif dalam upaya memotivasi karyawan.

4.      Motivasi Karyawan Melalui Inspirasi
Inspirasi datang dari kepemimpinan. Bentuk motivasi kerja karyawan meliputi misi perusahaan, maksud dan tujuannya. Orang ingin menjadi bagian dari organisasi yang menuju ke suatu tempat, yang berdiri untuk sesuatu, dan yang memberikan pelayanan yang berarti kepada pasar. Jika ingin memimpin dan memberikan inspirasi, panduan misi organisasi, berikut langkah langkah yang perlu diperhatikan :
·         Memiliki misi yang jelas - dengan kata lain, tahu kemana anda akan pergi.
·        Menjadi semangat dan bergairah mengenai misi anda karena jika anda tidak bersemangat,    mereka juga tidak akan semangat.
·          Dapat mengkomunikasikan misi, karena ini merupakan nilai bagi pasar.
·          Pastikan setiap orang dalam organisasi memahami dan dapat mengkomunikasikan misi.
·        Pastikan karyawan memahami bagaimana mereka masuk ke dalam proses pemenuhan misi  organisasi.
·         Membuat hubungan antara misi dan nilai-nilai individu dan tujuan dari karyawan anda.
·         Menjaga misi anda di depan semua orang dalam organisasi.

5.      Motivasi Karyawan Melalui Kompensasi
Beberapa karyawan termotivasi oleh uang. Bahkan, sebagian besar termotivasi oleh uang, setidaknya untuk kebutuhan dasar mereka. Motivasi karyawan melalui kompensasi, bisa datang dalam bentuk kenaikan gaji, bonus kinerja, komisi, bagi hasil, atau sejumlah “manfaat tambahan” seperti, mobil, liburan, atau barang-barang  berwujud lainnya yang dibeli dan digunakan sebagai hadiah.

Sumber :